Ciri-ciri Problem Filsafat

Problim kefilsafatan tidak bersangkutan dengan objek-objek atau peristiwa-peristiwa khusus. Dengan kata lain sebagian problim filsafat bersangkutan dengan ide-ide besar (great ideas), misalnya ide tentang kebenaran (truth), kebaikan (goodness) dan keindahan (beauty). Ide-ide pokok itu masing-masing bersangkutan dengan lingkungan tertentu atau dikenakan bagi pokok persoalan tertentu.
Kebenaran secara umum bersangkutan dengan pemikiran dan cabang filsafat yang disebut logika. Wacana-wacana dalam bidang pengetahuan, khususnya pengetahuan ilmiah, dipengaruhi oleh ide kebenaran. Orang berbicara tentang kebenaran dalam bidang ilmu pengetahuan, matematika, filsafat, sejarah, agama, teologi. Kebenaran juga dipersoalkan apakah hanya ada dalam pertimbangan pikiran ataukah dalam pengungkapannya dalam bentuk bahasa, atau pada kemampuan pencerapan indera atau pada pengalaman-pengalaman manusia. Persoalan-persoalan yang bersangkutan dengan ide kebenaran sangat luas. Apakah ukuran kebenaran itu? Bagaimana hubungan antara kebenaran dengan kenyataan. Macam-macam kebenaran, misalnya kebenaran teoritis dan kebenaran praktis, kebenaran illahi dan kebenaran manusiawi, kebenaran kata dan kebenaran makna. Segi moral dari kebenaran, misalnya persaratan untuk menemukan kebenaran di antaranya kemerdekaan berpikir dan kebebasan berdiskusi.
Kebaikan pada umumnya bersangkutan dengan kehendak manusia atau realisasinya dalam tindakan atau tingkah laku dan merupakan pokok persoalan dalam etika atau moral. Ide tentang kebaikan (goodness) atau yang baik (the good) atau sifat baik (good) dapat dikatakan bersangkutan dengan manusia, benda maupun Tuhan. Orang dikatakan baik kalau dia sering menolong atau membantu orang lain. Suatu kehendak dikatakan baik kalau dilatarbelakangi dorongan tanpa pamrih. Suatu kehidupan keluarga dikatakan baik kalau keluarga itu hidup sejahtera dan bahagia dan dihargai masyarakat. Suatu masyarakat dikatakan baik kalau kehidupan sekelompok orang yang sifatnya adil dan suasana damai. Sebuah pisau dikatakan baik karena benda itu tajam dan enak digunakan. Sebuah lukisan dikatakan baik dalam arti lukisan itu baik dilihat dan menimbulkan perasaan senang. Dalam ajaran agama ada ungkapan yang menyatakan “Tuhan itu maha baik”.
Bertitik tolak dari ide kebaikan, manusia dalam melakukan tindakan yang menyangkut sesama manusia pada umumnya berpijak pada tiga ide pokok lainnya yaitu keadilan, persamaan dan kebebasan. Ketiga ide itu merupakan tiga serangkai ide sebagai dasar dan ukuran dalam berbagai perbuatan seseorang dalam hubungannya dengan orang-orang lain. Keadilan, persamaan dan kebebasan merupakan tiga serangkai ide pokok secara bersama-sama menjadi cita yang baik bagi perbuatan manusia dalam kehidupan masyarakat di manapun. Berbuat adil berarti berbuat baik atau mewujudkan ide kebaikan. Menghargai persamaan dan kebebasan pada orang lain berarti berbuat baik atau mewujudkan ide kebaikan.
Keindahan pada umumnya dikaitkan dengan perasaan senang dan merupakan persoalan pokok dalam estetika (filsafat keindahan) dan seni(art). Keindahan memberikan kepada manusia perasaan senang atau pengalaman yang menyenangkan. Ide keindahan atau hal yang indah dalam kehidupan manusia bertebaran dalam alam dan seni.

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda